[Coretan Dicta] Mimpi yang Terakomodir

Aku sedang kacau. Aku menulis coretan ini sambil terisak seperti orang bodoh. Selama berbulan-bulan ini, setelah sekian banyak euforia menjadi pengangguran karena kalah dari pertempuran SBMPTN 2014, aku mulai kehilangan arah. Jalan yang dulunya terang benderang ingin kutempuh kini mulai terlihat kabur, gelap, dan lebur. Mungkin kalian, para penikmat kata, para penyimak blog-ku, atau yang [...]

[Coretan Dicta] TITIK BALIK

"Hai, sekarang kuliah di mana?" "Eh, aku belum kuliah, nunggu tahun depan." "Loh, kenapa? Kok gitu?" "Iya, kemarin gak keterima di ITB. Karena gak ada pilihan kedua aku akhirnya ngulang" "Oh..." Kemudian hening yang mencekam. Aku tersenyum dengan dibuat-buat dan mereka menatapku prihatin; mengasihani diriku yang belum kuliah. "Terus sekarang ngapain?" "Ya cari pengalaman yang [...]

Smile Through The Rain

Bian benci sekali dengan musim hujan juga guntur yang menggelegar. Baginya, musim yang menghabiskan waktu dua bulan dalam setahun itu benar-benar kala yang paling buruk. Ia harus siaga setiap waktu dengan jas hujan, payung, atau jaket, dan hal itu sangat merepotkan. Ditambah lagi kondisi cuaca yang tidak bersahabat itu acapkali menyebar virus-virus penyakit dan jika [...]