Kampus Fiksi #19 Bag. 2 : Sadarilah Kalau Tulisanmu Itu Busuk!

  Hari pertama kuliah di Kampus Fiksi dibuka dengan pengantar dari Pak Edi, selaku Bapak dari anak-anak overdosis micin (elah, micin lagi! Micin lagi!). Kata pengantar yang beliau sampaikan secara garis besar menggambarkan sebuah kata sederhana yang biasanya dilupakan oleh penulis muda kebanyakan. Proses. Proses yang menghantarkan seorang manusia biasa menjadi super saiyan! Ciaaat! Pipipipipipi! [...]

Kampus Fiksi #19 Bag. 1 : Ke-micin-an yang Hakiki

  Jadi, setelah menunggu kurang lebih dua tahun pasca diterimanya aku di salah satu angkatan Kampus Fiksi. Akhirnya minggu ini, pada tanggal 27 – 29 Januari 2017, aku pun menggenapi kewajiban untuk menimba ilmu di Kampus Fiksi bersama teman-teman di angkatan ke-19. Ya, benar sekali, Saudara, baru beberapa jam yang lalu aku tiba di rumah [...]

[#RabuMenulis] Burung dan Semesta

Di dalam kepalanya, tinggal seekor burung. Burung yang sangat indah. Warnanya cerah, gemilang, dan menawan. Sama persis seperti pemiliknya. "Leo, katakan padaku kenapa semesta mempertemukan kita?" Dua mangkuk bakso di depan kami menjadi saksi pertanyaan aneh itu terlontar. Sejenak aku mengangkat bahu, lalu terkekeh. "Kebetulan aja, mungkin?" Aku mulai makan, ia masih menatapku. "Gak ada [...]

[Coretan Dicta] Unfocus Moment

Please, go f*ck your own writing, Dict! Whatever, you s*ck!Hahaha, maaf, coretan ini dibuka dengan kalimat kasar, tapi emang itu yang sedang aku rasakan sekarang ini. Kenapa aku bisa merasa begitu? Ini karena aku selalu menulis ketika aku merasa ingin dan butuh menulis, kadang kala hasrat ingin menulis itu tak bisa ditahan-tahan sehingga seketika itu [...]

[Coretan Dicta] Memalukan: Menulis Tentang Cinta tapi Tidak Pernah Jatuh Cinta

Syalalala, jam berapa sekarang? Malam sekali ya. Anyway, aku sedang suntuk menunggu pengumuman SBMPTN. Aku sudah bosan baca manga online dan on di media sosial juga sama membosankannya. Jadi, aku memutuskan untuk menulis coretan lagi tentang hal-hal random. Dan hal random itu sekarang adalah tentang: cinta. Sebagai penulis yang mengenal dunia literature dari novel-novel remaja [...]

[Coretan Dicta] Menunggu dengan Gusar

Aku mungkin sudah lelah berdoa. Bukan, bukan karena aku ngambek sama Tuhan atau apa, tapi karena aku sudah terlalu banyak berdoa hingga merasa diri konyol jika harus mengulang doa yang sama berkali-kali. Toh, Tuhan tidak tuli pun bukannya tak peduli dengan doa-doaku, Tuhan hanya menjawab jika waktunya sudah tiba. Jadi, yang bisa kulakukan sekarang hanyalah [...]

[Coretan Dicta] Kritik Sastra: Menilik Sifat Buruk Manusia Pada Karya Sastra

Kritik sastra adalah pembacaan kembali sebuah karya sastra secara mendalam dengan cara mengupas habis unsur-unsur yang ada dalam karya tersebut. Kritik sastra meliputi unsur intrinsik dan ekstrinsik karya yang ingin kita kritik. Unsur intrinsik antara lain adalah tokoh, penokohan, alur, latar, pesan/nilai, tema, dan sudut pandang. Sedangkan unsur ekstrinsik adalah mengungkapkan mengapa atau bagaimana karya [...]

[Pos Cinta #3] Untuk Kamu, Penikmat Kata!

Iya, untuk kamu, siapa lagi orang yang membaca surat ini selain kamu di sana. Keget ya? Sama. Aku juga kaget, kenapa tiba-tiba kepikiran nulis surat ini untuk kamu. Padahal kita enggak pernah ketemuan. Kamu ‘kan cuman penikmat kata yang enggak sengaja terdampar di blog remaja ababil ini. Niat menjejak kata pun tak ada, hanya sekedar [...]

[Coretan Dicta] Poetica’s Journal : PR-nya Sudah Selesai Belum?

Okay, setelah didesak oleh perasaan aku-harus-bikin-jurnal-biar-ingat-pelajarannya juga karena kakak-kakak yang lain pun bikin; maka aku pun membuat jurnal ini sebagai rangkuman jurnal-jurnal sebelumnya. Untuk ke depannya, aku usahakan untuk terus membuat jurnal di setiap pertemuan. Menyadari daya ingatku yang sempit, kurasa, aku memang harus melakukan ini. Pertama-tama, mungkin kalian bertanya-tanya, apa itu Poetica? Poetica secara [...]