[Sudut Vegan] Ya, Aku Seorang Vegan

Veganism, vegan, Food Combining, Pola Hidup

Iklan

#7 To Papa in Heaven: Soulmate

Hai, Pa... Dikta kangen sama Papa. Sudah lama Dikta gak tulis surat untuk Papa atau bahkan sekadar mengambil waktu hening dan berdoa untukmu—hati gadis kecilmu ini masih pilu, Pa, memikirkanmu saja susah seperti membuka bendungan di mata. Mulanya, tahun ini, Dikta gak berencana untuk menulis surat untuk Papa. Ada rasa takut kalau-kalau Dikta menangis kala [...]

[Surat Cinta #28] Dariku untuk Penulis Surat Terbaik Tentang Ayah

Dear Kak Adiezrindra, Sejak hari pertama pembukaan event menulis #30HariMenulisSuratCinta, saya tahu, saya akan menulis surat ke-28  ini untuk Kakak. Terima kasih untuk surat indah Kakak tentang Ayah di hari pertama. Saya terlalu kehabisan kata-kata untuk mengungkapkan bagaimana setiap kata yang kakak torehkan di dalam surat itu menggambarkan cinta yang begitu dalam pada sosok Ayah. [...]

[Surat Cinta #16] Dari Seorang Gadis Kecil untuk Jiwa Papanya

Pa, aku takut menangis saat menulis surat ini. Tapi hari ini aku  harus menulis surat cinta untuk pria yang kucintai, maka aku menulis surat ini untuk Papa. Iya, Papa, karena sampai detik ini pun hati kecil gadismu ini tak pernah mempercayakan perasaan sakral itu pada seorang pun… kecuali Papa. Hanya Papa yang berhasil membuatku jatuh [...]

[Coretan Dicta] Loneliness

Bagiku kesepian dan sendirian itu memiliki arti yang sangat berbeda dan benar-benar tidak identik. Kenapa? Karena ketika aku sendirian, aku justru merasa memiliki diriku sendiri seutuhnya. Sejujurnya, aku bukanlah orang yang supel, aku ini bertingkah ekstrovert hanya untuk mencari perhatian namun sesungguhnya, jauh di dalam diriku ini ada sisi introvert yang kadang kala mengambil alih. [...]

Jiwa-Jiwa yang Menuntut Damai

Jiwa orang-orang yang meninggal tetap bersama kita meskipun kita hanya bisa melihat mereka melalui mimpi. Ketika datang, mereka tak banyak bicara, kadang kala hanya tersenyum dan mengangguk atau barang kali terlihat murung karena jiwa mereka mendamba pertolongan.  “Apa enak di sana, Pak?” Pria berkumis tebal yang kulihat itu berwajah murung. Tubuhnya yang besar dan gemuk [...]

[Puisi] Separuh Cahaya

Satu tahun yang lalu, kita terpisah dalam ruang, waktu, juga dunia yang berbeda.   Tatkala elegi menghantar tubuhmu dalam kotak putih gading dingin di bawah bumi itulah waktu separuh cahayaku   padam   Aku hilang arah   Pusing bukan kepalang   Tapi waktu harus tetap berjalan meski tertatih dan melalui kala dengan letih semua pun [...]

[Coretan Dicta] Bitter-Sweet Seventeen

Aku sudah memutuskan untuk tidak mengharapkan hal besar di ulang tahunku yang ke-17. Aku hanya ingin makan ramai-ramai di rumah Eyang Putri dan berkumpul dengan seluruh keluarga. Ada Agung (adikku), ada Mama, juga... ada Papa. Hadiah pun aku tak minta banyak, aku hanya ingin KTP, SIM, dan jam tangan. Ketiga benda itu adalah tradisi yang [...]

[Coretan Dicta] First Christmas Without Papa

Agustinus Yanto Prasetyo, 8 Januari 1963—30 November 2012 Aku pikir, aku nggak akan bikin tulisan ini panjang seperti corat-coretku sebelumnya tentang Papa dan Dunia Kepenulisan. Mengingat membaca posting-an itu saja aku sudah tak sanggup untuk membendung air mata dan kembali menyesali hal-hal bodoh di hidupku yang singkat bersama Papa. Emmh, aku hanya ingin berbagi... kesedihan? [...]

[Coretan Dicta] Papa dan Dunia Kepenulisan

Jika ditanya: siapa orang yang membuatmu ingin menjadi penulis? Maka aku akan menjawab dengan lantang bahwa orang itu adalah Papa. Masih kuingat dengan jelas momen itu, waktu umurku masih dianggap bocah ingusan karena belum mengenakan pakaian putih-biru. Aku menemukan harta karun di tumpukan buku-buku lawas milik mendiang Eyang Kakung. Buku-buku lawas itu—yang kertasnya sudah berwarna [...]