Sudah Lama

Sudah lama aku tidak menulis fiksi. Belakangan kata-kataku menjadi tumpul karena jarang sekali kuasah. Mungkin masalahnya bukan pada waktu yang tidak pernah cukup menyediakan kesempatan, melainkan jemari dan otakku kini tak lagi singkron seperti senja kelabu di hadapanku ini—oh ya, hujan masih datang di bulan April. Rasanya aku sudah melupakan momen ini—duduk sendirian di sudut [...]

[Surat Cinta #18] Dari Setangkai Bunga Mawar untuk Krikil di Ujung Jalan

Kasih, mereka selalu memperingatkanku kalau aku akan mati jika aku menciummu, tapi jika mencium bibirmu ternyata rasanya seindah ini. Aku tidak peduli. Ada masa dalam hidupku ketika aku diletakan sejajar dengan bunga-bunga indah lainnya—Anyelir, tulip, matahari, dan sebagainya. Mereka bilang, mereka begitu iri denganku, karena aku selalu menjadi bunga paling menarik bagi para pujangga yang [...]