Kampus Fiksi #19 Bag. 3 : Menulis itu Perkara Isi dan Bungkus

Okay, aku menulis coretan ini di perpustakaan lantaran dosen pengampu mata kuliah Menyimak I yang kuulang semester ini tidak hadir (again!). For a God sake, deh ya! Kuliah udah jalan dua minggu dan ini dosen gak datang-datang juga. Bukannya apa sih ya, siapa yang gak seneng ada kuliah yang kosong sih? Tapi satu, aku udah [...]

Kebebasan Cinta

Apa esensi dari menulis? Jika ditanya seperti itu aku pasti hanya akan menggeleng dan mengangkat bahu. Menulis adalah kegiatan yang misterius. Ada saat-saat ketika menulis sebagai sebuah kebutuhan, sementara di lain waktu bisa menjadi hal yang paling diabaikan. Mulanya, aku berpikir menulis untuk dikenal, meninggalkan jejak keberadaanku di dunia ini barang setitik, namun perasaan itu [...]

[Coretan Dicta] Unfocus Moment

Please, go f*ck your own writing, Dict! Whatever, you s*ck!Hahaha, maaf, coretan ini dibuka dengan kalimat kasar, tapi emang itu yang sedang aku rasakan sekarang ini. Kenapa aku bisa merasa begitu? Ini karena aku selalu menulis ketika aku merasa ingin dan butuh menulis, kadang kala hasrat ingin menulis itu tak bisa ditahan-tahan sehingga seketika itu [...]

[Coretan Dicta] Memalukan: Menulis Tentang Cinta tapi Tidak Pernah Jatuh Cinta

Syalalala, jam berapa sekarang? Malam sekali ya. Anyway, aku sedang suntuk menunggu pengumuman SBMPTN. Aku sudah bosan baca manga online dan on di media sosial juga sama membosankannya. Jadi, aku memutuskan untuk menulis coretan lagi tentang hal-hal random. Dan hal random itu sekarang adalah tentang: cinta. Sebagai penulis yang mengenal dunia literature dari novel-novel remaja [...]

Ready in Love

Brio tahu betul kelakuan jalang sahabat masa kecilnya ini tak mungkin bisa diubah. Jadi, ia hanya bisa menekan perasaannya tiap kali gadis itu mendobrak masuk flatnya dengan berburai air mata. Seperti ini. “Brioooo!! Gue diputusin!!” Brio menghela napas. Melirik sedikit pada Tania yang sudah mengempaskan diri di atas kasurnya, tangis gadis yang lebih muda 5 [...]

You Complete Me

“Arsène Lupin itu bawa kutukan bagi setiap wanita yang dia cintai.” Anabel sudah muak mendengar kalimat itu terlontar dari pria yang sama yang kini mengambil tempat duduk di depannya. Sejenak ia mengintip sosok acak-acakan pria itu sebelum akhirnya kembali mematut diri di depan  deret aksara karangan Maurice LeBlanc—pria yang menciptakan sosok The Gentleman Thief, Arsène [...]

[Kolaborasi] The Perfect One

Ada sesuatu yang saat ini masih mengganjal di benakku. Seperti ada sebuah duri yang bersarang di hatiku. Aku sudah coba untuk berpura-pura tak merasakan sakit yang ditimbulkan oleh duri ini, tapi semakin aku berusaha semakin dalam ia menancap ke dasar hati. Entah sampai kapan harus kutahan semua perih dari tajamnya belati kehidupan yang tak henti [...]

Perkara Waktu

“Kamu enggak capek?” Olla bergeming, tatapannya fokus tertuju pada layar datar di hadapannya. Semalaman Olla tak tidur, lantaran deadline memburu hidupnya nyaris setiap waktu; ia pun mulai mengutuki writer’s block yang tak pernah bisa diatasi dengan baik. Olla bisa menghapus nyaris setengah  tulisannya dan menulis ulang jika writers’s block sudah menyumbat imajinasinya, dan bagi Olla, [...]