[Surat Cinta #14] Dari Selimut untuk Peti Kayu

Aku hanyalah benda yang dilupakan. Berdebu di dalammu. Menyedihkan. Aku sudah tak ingat kapan terakhir kali aku melihat cahaya dan keluar dari dalammu. Rasanya sudah berabad-abad yang lalu. Hingga keadaan yang semula menyakitkan perlahan-lahan terhapus menjadi rasa menyerah. Pasrah. Aku kini berteman debu di dalammu. Kamu  bilang maaf padaku, karena tak bisa memberiku tempat yang [...]