Bagong

Aku tidak pernah suka dengan ikat pinggang Bapak, makanya kunamai ikat pinggang itu Bagong. Bagong itu benda kebanggan Bapak karena memiliki kepala besi yang besar dan berat sekali, jadi bisa dipakai untuk berkelahi. Bapak bilang, ia mendapatkan Bagong dari Mbah yang dulunya seorang veteran perang dan Bagong menjadi satu-satunya harta warisan yang diberikan pada Bapak. [...]

[Coretan Dicta] Poetica’s Journal: Bermain Dengan Emosi di Dalam Satir!

Tolong setrap adik tukang bolos ini, Bung! Sebenarnya , aku sudah berjanji pada diriku sendiri kalau pada pertemuan keenam ini aku harus masuk forum dan ikut belajar langsung. Tapi ternyata... seperti yang kuceritakan di posting-anku yang ini. Aku benar-benar sibuk dan enggak bisa melakukan apa pun lagi selain fokus pada hal-hal dunia nyataku. Untunglah, Poetica [...]

Meong-Meong!

Enak ya jadi kucingnya kamu. Selalu dimanja, dikasih ini dan itu, macem-macem deh. Udah kayak istri kamu aja. Padahal kan aku cuman kucing—cuman peliharaanmu, tapi setiap  malam kamu malah lebih senang tidur denganku. Kalau aku iseng-iseng tanya kenapa, banyak deh alasan kamu. Buluku lebih halus lah, aku lebih enak dipeluk lah, aku enggak bawel lah. [...]