Ik Ben…

Empat puluh tahun berlalu secepat angin menghempaskan serpihan debu di trotoar Malioboro. Paru-paru pria kaukasoid itu melumat dalam-dalam cerutu pertamanya hari ini dan menyelimuti wajah yang kini penuh dengan bintik-bintik usia itu dengan asap beracun. Ia tersenyum tipis, mata biru kelabunya melirik miris pada kusir-kusir andong yang telah siap siaga di atas dokar dan menanti [...]

#2 To My Future Husband: Angkringan

Ada satu hal yang harus kamu tahu tentangku. Aku suka makan. Makan bagiku tidak hanya kebutuhan primer namun juga tersier. Aku tak perlu pakaian indah atau berlian berkarat-karat, just feed me and I will love you forever. Hehehe. Maaf ya, tiba-tiba saja membuka surat dengan fakta konyol tentang diriku. Hanya saja, aku penasaran dengan reaksimu [...]

[Coretan Dicta] Mereka yang Menantiku

Untuk mereka yang menanti di Yogjakarta, Tolong bisikan pada langit malam di Kotamu untuk cerah, setidaknya hanya untuk malam ini. Agar tak lagi ada pengumuman suara yang mengatakan, "Karena cuaca merajuk pada langit malam, penerbangan ke Yogjakarta ditunda sampai kelak matahari menemukan pasangan hidupnya dan berdua menerangi dunia." Ha. Tolong ya. Sudah lebih dari lima [...]